POTENTIAL PEGAGAN LEAVES (CENTELLA ASIATICA (L.)) AS BURN HEALER AND ANTIBACTERIAL AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS
DOI:
https://doi.org/10.56711/jms.v2i2.862Abstrak
Pegagan leaves (Centella asiatica (L.)) in the know contain flavonoids, saponins tannin and asiaticosides which have the effect of wound healing and antibacterial. This research aims to review scientific articles related to the potential of pegagan leaves in healing burns and as an antibacterial against Staphylococcus aureus. In this study using the literature study method where articles were obtained from the Google Scholar database, then obtained 10 articles that fit the inclusion and exclusion criteria. The review results show that pegagan leaves have activity in healing burn and antibacterial activity against Staphylococcus aureus because they contain asiatic acid, saponins, flavonoids and tannins. The conclusion of this study is that pegagan leaves have the potential as wound healing of burns with an effective extract concentration of ethanol extract concentration of 25 % and ethyl acetate extract 0.33 % and pegagan leaves potentially as antibacterial to Staphylococcus aureus with effective extract concentrations, viz ethanol extract concentrations of 100 % and ethyl acetate extracts of concentrations of 70 %.Referensi
Jeschke MG, van Baar ME, Choudhry MA, et al. Burn injury. Nature Review Disease Primers Article citation. 2020; 6(11). DOI: 10.1038/s41572-020-0145-5
Ardabili FM, Abdi S, Ghezeljeh TN, et al. Evaluation Of The Effects Of Patient-Selected Music Therapy On The Sleep Quality And Pain Intensity Of Burn Patients. Med - Surgical Nursing Journal. 2016; 5(2): 27–34
Theoret C. Physiology of Wound Healing in Equine Wound Management. 3thEd. 2017
Ekawati ER. Bakteriologi : Mikroorganisme Penyebab Infeksi. Yogyakarta : Deepublish. 2018
Anu HV, Amat ALS, Sasputra IN. Perbandingan Efektivitas Ekstrak Pegagan ( Centella asiatica ( L .) URBAN ) Dengan Salep Gentamisin Terhadap Penyembuhan Luka Insisi Tikus Putih Sprague dawley. Cendana Medical Journal. 2019; 18(3): 472–478
Vinolina, NS. Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Dan Metabolit Sekundernya. Medan : Yayasan Kita Menulis. 2021
Somboonwong J, Kankaisre M, Tantisira B, et al. Wound Healing Activities Of Different Extracts Of Centella asiatica In Incision And Burn Wound Models: An Experimental Animal Study. BMC Complementary and Alternative Medicine. 2012; 12(103): 1
Artawan I. Efek Ekstrak Gel Daun Pegagan (Centella asiatica) Dalam Mempercepat Waktu Penyembuhan Luka Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar). Open J Syst. 2013; 1(2): 1–6
Widianingtyas D, Wihastuti TA, Setijowati N. Pengaruh Perawatan dengan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica ) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat 2 Dangkal pada Tikus Putih ( Rattus norvegicus ) Strain Wistar. Majalah Kesehatan FKUB. 2014; 1(4): 223–227
Amaliya S, Soematri B, Utami YW. Efek Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Terkontaminasi Pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2013; 1(1): 19–25
Kurnianto S, Kusnanto K, Padoli P. Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Dengan Menggunakan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) 25% Dan Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala) 30%. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2018; 10(2): 250-255. DOI: 10.33086/jhs.v10i2.137
Darmalaksana IGN, Sudimantini LM, Jayawarditha AAG, et al. Gerusan Daun Pegagan Mempercepat Kesembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih. Bul Vet Udayana. 2018; 10(2): 137-146
Stone R, Natesan S, Kowalczewski CJ, et al. Advancements In Regenerative Strategies Through The Continuum Of Burn Care. Front Pharmacol. 2018; 9: 672. DOI: 10.3389/fphar.2018.00672
Widiastuti R, Nurhaeni R, Dian Luluk Marfuah GSW. Potensi Antibakteri Dan Anticandida Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb.). Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika. 2016; 1(1)
Nurrosyidah IH, Hermawati R AM. Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanol Pegagan (Centela asiatica L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. J Pharm Care Anwar Med 2019; 1(2): 45–57
Susanto DS RR. Studi Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) Sebagai Sumber Senyawa Antibakteri. Mulawarmnan Sci. 2012; 11(2): 181–190
Sitepu R, Nurdiani R RR. Aplikasi Metode Bioautografi Dalam Penelusuran Daya Antibakteri Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.)). J Katalisator. 2020; 5: 32–46
Murdiyansah S, Citra Rasmi DA, Mertha IG. Centella asiatica Activities towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli Growth. J Biologi Tropis. 2020; 20(3): 499–506
Raudah S & Kamil WL. Pengaruh Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Luka Penderita Diabetes Mellitus Secara Invitro. Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan. 2020; 5(1): 1–11
Belcaro G, Maquart FX, Scoccianti M, Dugall M, Hosoi M, Cesarone MR, Luzzi R, Cornelli U, Ledda A FB. TECA (Titrated Extract of Centella
asiatica): New Microcirculatory, Biomolecular, And Vascular Application In Preventive And Clinical Medicine. A status paper. Panminerva Med. 2011; 1: 105–118
Palumpun EF, Wiraguna AA PW. Pemberian ekstrak daun sirih (Piper betle) secara topikal meningkatkan ketebalan epidermis, jumlah fibroblas, dan jumlah kolagen dalam proses penyembuhan luka pada tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). eBiomedik. 2017; 5(1)
Sieberi BM, Omwenga GI, Wambua RK, et al. Screening of the Dichloromethane: Methanolic Extract of Centella asiatica for Antibacterial Activities against Salmonella typhi, Escherichia coli, Shigella sonnei, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus. Sci World J. 2020. DOI: 10.1155/2020/6378712
Yudistira, F. A., Sri, M., Pratiwi T. Potensi Antimikroba Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oeifera) terhadap Salmonella enteridis (SP_1-PKH) secara In Vitro. Universitas Brawijaya. 2013
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
KEBIJAKAN HAK CIPTA
Journal Microbiology Sciences (JMS) merupakan jurnal akses terbuka yang diterbitkan dengan tujuan untuk menginformasikan dan mempublikasikan hasil penelitian untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bindang mikrobiologi secara bebas untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Semua artikel dapat diunduh secara gratis. Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal adalah artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Manfaat akses terbuka bagi penulis, antara lain:
- Artikel akses gratis dan tersedia secara online dan permanen.
- Penulis memegang hak cipta atas karya mereka.
- Peningkatan visibilitas dan pembaca.
- Tidak ada batasan spasial.
Bagi pembaca untuk menjadi penulis, Tidak ada batasan ruang untuk materi tambahan termasuk gambar, data ekstensif, maupun rekaman video. Dimungkinkan pembaca untuk membaca, mengunduh, mengutip, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap dan memungkinkan pembaca menggunakannya untuk tujuan lain yang sah.
HAK CIPTA
Pengajuan manuskrip menyiratkan bahwa karya yang diajukan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis, laporan, atau abstrak), tidak sedang dalam pertimbangan untuk publikasi di tempat lain, dan telah disetujui oleh semua penulis bersama. Setelah manuskrip diterima untuk publikasi, penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka dan memberikan lisensi kepada Journal Microbiology Science (JMS) untuk mendistribusikan karya tersebut di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Lisensi ini memungkinkan pihak lain untuk berbagi (menyalin dan mendistribusikan materi dalam media atau format apa pun) dan mengadaptasi (meremix, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial) dengan syarat memberikan atribusi yang tepat kepada penulis asli, menunjukkan perubahan yang dilakukan, dan mendistribusikan karya turunan di bawah lisensi yang sama. Penulis disarankan untuk mengelola hak kekayaan intelektual, termasuk paten, untuk setiap penemuan baru sebelum publikasi.
DISCLAIMER
Tidak ada tanggung jawab yang ditanggung oleh penerbit dan penerbit bersama, atau oleh editor untuk setiap cedera dan / atau kerusakan pada orang atau properti sebagai akibat dari pernyataan aktual atau dugaan fitnah, pelanggaran hak kekayaan intelektual atau hak privasi, atau kewajiban produk, baik sebagai akibat dari kelalaian atau sebaliknya, atau dari penggunaan atau pengoperasian ide, instruksi, prosedur, produk atau metode yang terkandung dalam materi di dalamnya.

Journal Microbiology Science by Faculty of Pharmacy Universitas Muslim Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
