KAJIAN FARMAKOGNOSTIK HERBA MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) dan HERBA MENIRAN MERAH (Phyllanthus urinaria L.)
DOI:
https://doi.org/10.33096/jffi.v1i1.196Abstract
Herba meniran secara empiris telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ditinjau dari prospek yang sangat potensial sebagai bahan obat maka perlu dilakukan kajian farmakognostik sampel untuk pengendalian mutu dan keaslian simplisia. Penelitian ini bertujuan memberikan dasar ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif telah dideskripsikan. Kajian morfologi pada daun herba meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan daun herba meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang sama. Pada batang memiliki perbedaan, meniran hijau percabangannya monopodial dan berwarna hijau sedang meniran merah percabangannya simpodial dan berwarna merah. Pada akar sama-sama berakar tunggang serta berwarna putih kekuningan. Berdasarkan kajian anatomi pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) dan Meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) memiliki bentuk yang sama baik dari daun, batang maupun akarnya. Berdasarkan kajian identifikasi kandungan kimianya pada meniran hijau (Phyllanthus niruri L.) mengandung tanin (katekol), saponin dan karbohidrat, sedangkan pada meniran merah (Phyllanthus urinaria L.) hanya mengandung tanin (katekol) dan saponin.Downloads
Published
2016-08-05
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with Jurnal Fitofarmaka Indonesia agree to the following terms:
- The journal allows the author to hold the copyright of the article without restrictions.
- The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions
- The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA).

Jurnal Fitofarmaka Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.