PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DALAM PENGOBATAN MALARIA DI KELURAHAN BENYOM JAYA KABUPATEN JAYAPURA
DOI:
https://doi.org/10.56711/jifa.v15i1.949Keywords:
Antimalaria, Jayapura, Papua, Traditional medicineAbstract
Traditional medicine is an active ingredient of a plant, or more than one ingredient used for treatment, as for the treatment of Malaria. Malaria is a disease caused by Plasmodium. This research was conducted to find out the use of traditional medicine for malaria treatment in Benyom Jaya Subdistrict, Jayapura Regency. This type of research was descriptive using questioner as a tool for data collecting. From the Benyom Jaya subdistrict, Jayapura Regency population, there were 87 respondents who participated in this study. The research was conducted in April 2021. The results of the study obtained characteristics of the respondent as follow, respondents mostly were in the age group 36 - 45 years (31%), male (53%), most of them had high school level of education (55%), and work as private workers (32%). The most common type of plant used by the community for antimalaria was papaya leaves with 58 respondents (48%). The reason for using traditional medicine for malaria treatment was because it was made from natural ingredients 48 respondents (41%). The processing of traditional medicine for malaria treatment was boiled by 67 respondents (71%). The place where respondents get traditional medicine for malaria treatment was in the home yard with 54 respondents (46%). Malaria usually being treated with traditional medicine among the Benyom Jaya populationReferences
BPOM. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional. Jakarta. 2019
Silalahi M. Potensi Tumbuhan Obat Dan Obat Tradisional Dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat. Jurnal Dinamika Pendidikan. 2012; 5(1):43–51
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data Malaria Di Indonesia | Malaria.Id, URL: https://www.malaria.id/laporan. (accessed 31 May 2023)
Taek M. Etnomedisin: Pengobatan Tradisional Penyakit Malaria Masyarakat Tetun Di Timor Barat. Yogyakarta: Pohon Cahaya, URL: https://www.researchgate.net/publication/344440996. (2020)
Mufidah F, Zuhrotun A. Tanaman Berkhasiat Untuk Pengobatan Malaria di Indonesia Berdasarkan Etnofarmasi. Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi. 2020; 10(2):106–121
Darmawan A, Lipinwati. Gambaran Obat Tradisional Yang Digunakan Penderita Malaria di Wilayah Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi 2014. Jmj. 2014; 2(2):114–126
Elly F. Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan dan Pengobatan Malaria Pada Masyarakat Kampung Kuipons Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura. Laporan Tugas Akhir. Jayapura: Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura . 2020
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura 2020. Kabupaten Jayapura. 2020
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alphabet. 2019
Katno, Pramono S. Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat. Karanganyar. 2008
Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta. 2018
Adiyasa MR, Meiyanti M. Pemanfaatan Obat Tradisional Di Indonesia: Distribusi dan Faktor Demografis Yang Berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan. 2021; 4(3):130–138
Dewi RS et al. Persepsi Masyarakat Mengenai Obat Tradisional di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekabaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia. 2019; 8(2):75–79
Merdekawati RB. Gambaran dan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Pada Masyarakat RW 005 Desa Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo (Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2016
Sudarwati TPL. Aktivitas Antibakteri Daun Pepaya (Carica papaya) Menggunakan Pelarut Etanol Terhadap Bakteri Bacillus subtilis. Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science). 2018; 3(2):13–16
Wijayanti SE, Chaerunissa AY. Review: Tanaman Herbal Berkhasiat Sebagai Obat Antimalaria. Farmaka. 2019; 17(2):94–104
Rehena JF. In Vitro Acitivities Test of Papaya Leaf Extract (Carica papaya. Linn) as an Antimalaria Agent. Jurnal ILMU DASAR. 2010; 11(1):96–100
Resi EM. Effect of Antimalaria Herbal Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) on Morphology Changes Of Development And Parasite Plasmodium falciparum. Jurnal Info Kesehatan. 2014; 12(1):661–669
Sanjaya Y et al. Studi Eksplorasi Pemanfaatan Jenis-Jenis Tanaman Sebagai Pestisida Nabati di Perumahan Pondok Arum, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Prosiding Seminar Nasional Biologi. 2021; 1(1):267–279
Simatupang M et al. Pemanfaatan Pemberian Ekstra Kunyit Terhadap Penyakit Malaria di Kelurahan Pasir Bidang Kota Sibolga Tahun 2021. Tridarma: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). 2021; 4(2):206–217
Septiana E et al. Potensi Ekstrak Kapang Endofit Asal Rimpang Kunyit Sebagai Antimalaria dan Antioksidan. Indonesian Pharmaceutical Journal. 2017; 7(1):1–9
Ihwan I, Rifa’i M, Fitri LE. Antiplasmodial Test of Tinospora Crispa Stem Extract against Plasmodium falciparum 3D7 Strain In Vitro. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2014; 28(2):91–96
Uddin ABMN et al. Traditional Uses, Pharmacological Activities, and Phytochemical Constituents of the Genus Syzygium: A Review. Food Sci Nutr. 2022; 10(6):1819–1819
Pankti K, Payal G, Manodeep C, Jagadish K. A Phytopharmacological Review of Alstonia scholaris : A Panoramic Herbal Medicine. Int J Res Ayurveda Pharm. 2012; 3(3):367–371
Depkes RI. Analisis Obat Tradisional. . Jakarta: Depkes RI. 1987
