Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro (Studi Eksperimen di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Muslim Indonesia 2017)

Chusnul Chotimah, Diah Wahyuni, Nurasisa Lestari

Sari


Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut penting untuk diperhatikan. Berdasarkan provinsi tahun 2013 yang mempunyai masalah gigi dan mulut yang cukup tinggi (>35%) adalah provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah dengan EMD 10,3%, 8%, dan 6,4%. Candida albicans merupakan flora normal yang dapat ditemukan dalam rongga mulut yang sehat, tetapi dapat menjadi pathogen apabila didukung oleh kondisi penurunan respon imun. Kulit buah manggis memiliki efek sebagai antifungi karena mempunyai kandungan aktif berupa alkaloida, saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid dan steroid. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangotana L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode: Penelitian ini adalah Eksperimental Laboratoris dengan desain post test only control group design. Sampel penelitian adalah biakan murni jamur Candida albicans di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi UMI. Hasil: Hasil ekstrak kulit buah manggis konsentrasi 0,1% 0,5% 2,5% dan 12,5% mempunyai daya antifungi terhadap Candida albicans. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Diameter zona hambat jamur Candida albicans akan semakin besar seiring dengan peningkatan konsentrasi esktrak kulit buah manggis.

Kata Kunci


Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), Candida albicans, zona daya hambat.

Teks Lengkap:

Fulltext PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats